
Seperti yang dilansir dari Cellular News, Senin, 21/1-2008, ponsel kotak rokok dengan nama Xiang Yan Wang 3838 , di desain khusus mirip dengan merk rokok ternama di China, Chonghwa, yang juga menjadi perusahaan rokok terbesar.
Ponsel itu sendiri mampu berjalan di jaringan dual band GSM 900 dan 1800 Mhz. Selain dapat dipergunakan sebagai alat komunikasi dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan tujuh linting rokok, ponsel ini juga dilengkapi dengan kamera dengan resolusi hampir satu megapiksel, perangkat pemutar musik dan slot kartu eksternal memori. Perangkat ini dijual hanya dengan harga lebih dari USD 100.
Meskipun Shanghai Tobacco, pemilik rokok merk Chonghwa, telah mengumumkan peringatan kepada konsumen atas beredarnya rokok chonghwa palsu namun peringatan tersebut tidak berlaku pada ponsel ini. Bahkan belum diketahui juga apa ponsel ini benar-benar telah diberikan ijin resmi. Jadi, berdoa saja agar izinnya cepat keluar dan bisa masuk pasaran Indonesia.

Beroperasi pada jaringan 3G HSDPA dan tri band, Readius memiliki layar kinclong selebar 5 inci yang bisa dilipat hingga berdimensi 115 x 57 x 21mm. Meskipun layarnya hanya bisa menampilkan grafik hitam putih. Dan dianggap sebagai sebuah kekurangan, namun ada satu hal yang luar biasa yaitu kemampuannya menghemat energi. Misalnya ketika ditampilkan sebuah gambar, tidak diperlukan lagi energi sampai gambar itu diganti.
"Masa aktif batere ponsel unik ini disebutkan mampu bertahan 30 jam untuk membaca.Dan disebutkan pula, Polymer Vision bakal bekerjasama dengan toko buku online terbesar, Amazon untuk membundlenya dengan product e-book. Karena layar hitamputih tak akan bisa banyak memberikan kenyamanan menonton video ataupun browsing foto"

POnsel ini sudah tergolong ponsel pintar karena memiliki otak prosesor ARM dengan kecepatan 400MHz. Tampilan Readius makin minimalis dengan hanya terdapat 8 tombol pengakses fitur-fiturnya. Ponsel ini baru akan tersedia di pasaran pada pertengahan 2008. Soal harga masih tanda tanya, tapi melihat fitur dan keunikannya, maka harga Readius bakal sejajar dengan ponsel-ponsel high-end yang ada di pasaran saat ini.
//
Label:
Info Teknologi
//
0
komentar
//
Salah satu fragmen perjuangan di Indonesia :
Dengan menyerahnya Jepang terhadap Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945, dan disusul dengan diproklamarkan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, maka seharusnya tamatlah kekuasaan Jepang di Indonesia.
Dan ditunjuknya Mr Wongsonegero sebagai Penguasa Republik di Jawa Tengah dan pusat pemerintahannya di Semarang, maka adalah kewajiban Pemerintah di Jawa Tengah mengambilalih kekuasaan yang selama ini dipegang Jepang, termasuk bidang pemerintahan, keamanan dan ketertibannya. Maka terbentuklah Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kemudian menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
Di beberapa tempat di Jawa Tengah telah terjadi pula kegiatan perlucutan senjata Jepang tanpa kekerasan antara lain di Banyumas, tapi terjadi kekerasan justru di ibu kota Semarang. Kido Butai (pusat Ketentaraan Jepang di Jatingaleh) nampak tidak memberikan persetujuannya secara menyeluruh, meskipun dijamin oleh Gubernur Wongsonegoro, bahwa senjata tersebut tidak untuk melawan Jepang. Permintaan yang berulang-ulang cuma menghasilkan senjata yang tak seberapa, dan itu pun senjata-senjata yang sudah agak usang.
Kecurigaan BKR dan Pemuda Semarang semakin bertambah, setelah Sekutu mulai mendaratkan pasukannya di Pulau Jawa. Pihak Indonesia khawatir Jepang akan menyerahkan senjata-senjatanya kepada Sekutu, dan berpendapat kesempatan memperoleh senjata harus dimanfaatkan sebelum Sekutu mendarat di Semarang. Karena sudah pasti pasukan Belanda yang bergabung dengan Sekutu akan ikut dalam pendaratan itu yang tujuannya menjajah Indonesia lagi.
Pertempuran 5 hari di Semarang ini dimulai menjelang minggu malam tanggal 15 Oktober 1945. Keadaan kota Semarang sangat mencekam apalagi di jalan-jalan dan kampung-kampung dimana ada pos BKR dan Pemuda tampak dalam keadaan siap. Pasukan Pemuda terdiri dari beberapa kelompok yaitu BKR, Polisi Istimewa, AMRI, AMKA (Angkatan Muda Kereta Api) dan organisasi para pemuda lainnya.
Dapat pula kita tambahkan di sini, bahwa Markas Jepang dibantu oleh pasukan Jepang sebesar 675 orang, yang mereka dalam perjalanan dari Irian ke Jakarta, tapi karena persoalan logistik, pasukan ini singgah di Semarang. Pasukan ini merupakan pasukan tempur yang mempunyai pengalaman di medan perang Irian.
Keadaan kontras sekali, karena para pemuda pejuang kita harus menghadapi pasukan Jepang yang berpengalaman tempur dan lebih lengkap persenjataannya, sementara kelompok pasukan pemuda belum pernah bertempur, dan hampir-hampir tidak bersenjata. Juga sebagian besar belum pernah mendapat latihan, kecuali diantaranya dari pasukan Polisi Istimewa, anggota BKR, dari ex-PETA dan Heiho yang pernah mendapat pendidikan dan latihan militer, tapi tanpa pengalaman tempur.
Pertempuran lima hari di Semarang ini diawali dengan berontakan 400 tentara Jepang yang bertugas membangun pabrik senjata di Cepiring dekat Semarang. Pertempuran antara pemberontak Jepang melawan Pemuda ini berkobar sejak dari Cepiring (kl 30 Km sebelah barat Semarang) hingga Jatingaleh yang terletak di bagian atas kota. Di Jatingaleh ini pasukan Jepang yang dipukul mundur menggabungkan diri dengan pasukan Kidobutai yang memang berpangkalan di tempat tersebut.
Suasana kota Semarang menjadi panas. Terdengar bahwa pasukan Kidobutai Jatingaleh akan segera mengadakan serangan balasan terhadap para Pemuda Indonesia. Situasi hangat bertambah panas dengan meluasnya desas-desus yang menggelisahkan masyarakat, bahwa cadangan air minum di Candi (Siranda) telah diracuni. Pihak Jepang yang disangka telah melakukan peracunan lebih memperuncing keadaan dengan melucuti 8 orang polisi Indonesia yang menjaga tempat tersebut untuk menghindarkan peracunan cadangan air minum itu.
Dr Karyadi, Kepala Laboratorium Pusat Rumah Sakit Rakyat (Purasara) ketika mendengar berita ini langsung meluncur ke Siranda untuk mengecek kebenarannya. Tetapi beliau tidak pernah sampai tujuan, jenazahnya diketemukan di jalan Pandanaran Semarang, karena dibunuh oleh tentara Jepang (namamya diabadikan menjadi RS di Semarang). Keesokan harinya 15 Oktober 1945 jam 03.00 pasukan Kidobutai benar-benar melancarkan serangannya ke tengah-tengah kota Semarang.
Markas BKR kota Semarang menempati komplek bekas sekolah MULO di Mugas (belakang bekas Pom Bensin Pandanaran). di belakangnya terdapat sebuah bukit rendah dari sinilah di waktu fajar Kidobutai melancarkan serangan mendadak terhadap Markas BKR. Secara tiba-tiba mereka melancarkan serangan dari dua jurusan dengan tembakan tekidanto (pelempar granat) dan senapan mesin yang gencar. Diperkirakan pasukan Jepang yang menyerang berjumlah 400 orang. Setelah memberikan perlawanan selama setengah jam, pimpinan BKR akhirnya menyadari markasnya tak mungkin dapat dipertahankan lagi dan untuk menghindari kepungan tentara Jepang, pasukan BKR mengundurkan diri meninggalkan markasnya.
Kemudian pasukan Jepang bergerak membebaskan markas Kempeitai yang sedang dikepung para Pemuda. Setelah mematahkan para Pemuda pasukan Jepang menuju ke markas Polisi Istimewa di Kalisari dan berhasil menduduki markas tersebut. Di sini terjadi pembunuhan kejam yang dilakukan oleh tentara Jepang terhadap anggota Polisi Istimewa yang tidak berhasil meloloskan diri dari pengepungan.
Juga di depan markas Kempeitai terjadi pertempuran sengit antara pasukan Jepang melawan para Pemuda yang bertahan di bekas Gedung NIS (Lawang Sewu) dan di Gubernuran (Wisma Perdamaian). Pasukan gabungan yang terdiri dari BKR, Polisi Istimewa dan AMKA melawan secara gigih, sehingga banyak jatuh korban di kedua belah pihak.
Meskipun dalam pertempuran tahap pertama pihak Jepang bagian timur dapat berhasil menduduki beberapa tempat penting, mereka tidak dapat bertahan karena selalu mendapat serangan dari BKR dan Pemuda. Terpaksa mereka meninggalkan tempat-tempat tersebut, yang kemudian dikuasai kembali oleh para Pemuda. Demikianlah pasukan silih berganti antara Jepang dan pemuda menempati posisi strategis.
Selain menangkap Mr Wongsonegoro, Jepang juga menangkap pimpinan Rumah Sakit Purusara yaitu Dr Sukaryo, Komandan Kompi BKR ialah ex-Sudanco Mirza Sidharta dan banyak pimpinan-pimpinan lainnya. Untuk menuntut balas, bantuan dari luar kota terus berdatangan yang menggabungkan diri dengan para Pemuda yang ada dalam kota.
Pasukan BKR dan para pemudanya dari Pati bergabung dengan pasukan Mirza Sidharta dan mengadakan serangan balasan terhadap Jepang yang telah menguasai tempat-tempat penting dalam kota, sehingga berlangsung dengan sengitnya. Taktik gerilya-kota dapat dilaksanakan dengan menghindari pertempuran terbuka, dengan tiba-tiba menyerang dan segera menghilang. Sekalipun belum ada komando terpusat, namun datangnnya serangan terhadap Jepang selalu bergantian dan bergelombang. Keberanian mereka benar-benar patut dibanggakan, sehingga menyulitkan Jepang menguasai kota.
Markas Jepang di Jatingaleh pun tak luput dari serangan BKR dan para pemudanya yang menimbulkan korban yang tidak sedikit kepada pihak Jepang. Gerak maju Jepang selanjutnya tidak berjalan lancar, karena tertahan di depan kantor PLN, bahkan sempat dipukul mundur.
Akibat serangan Jepang yang membabi buta, petugas PMI tidak dapat bergerak leluasa, yang menyebabkan korban pertempuran sangat menyedihkan. Mereka yang menderita luka-luka tidak dapat perawatan yang semestinya dan mayat-mayat bergelimpangan di beberapa tempat sampai membusuk, karena tidak segera dikubur.
Petugas lain yang sangat besar jasanya yang bermarkas di Hotel du Pavillion (Dibya Puri) ialah dapur umum dimana para pemuda memperoleh makanannya, tetapi setelah pertempuran meluas, selanjutnya para pemuda mendapat bantuan dari rakyat dengan bergotong royong menyediakan makannya, walaupun mereka sendiri saat itu juga kekurangan. Tapi solidaritas rakyat dalam hal ini patut dibanggakan dan jangan dilupakan.
Diperkirakan 2.000 pasukan Jepang terlibat dalam pertempuran besar-besaran melawan pemuda-pemuda kita. Senjata-senjata modern dan lengkap dilawan semangat joang yang menyala-nyala dari rakyat Semarang. Di tempat yang paling seru pertempuran terjadi di simpang lima (Tugu Muda). Puluhan Pemuda yang terkepung oleh Jepang dibantai dengan kejamnya oleh pasukan Kidobutai itu. Pemuda dan pasukan rakyat dari luar kota sekitar Semarang menunjukkan kesetia-kawanannya. Bala-bantuan mengalir terus ke kota Semarang. Mereka yang baru datang, langsung terjun terus ke kancah pertempuran.
Setelah BKR berhasil mengadakan konsolidasi dan mendapat bantuan dari daerah lain di Jawa Tengah, situasi menjadi berbalik pada saat Jepang berada dalam keadaan kritis. Untuk mengatasi situasi itu serangan makin diperhebat. Banyaknya korban di kalangan penduduk telah meninggikan para pemuda untuk menuntut balas. Diperkirakan 2000 pasukan rakyat kita gugur dalam pertempuran besar-besaran ini, sedangkan dari pihak Jepang tak kurang dari 500 orang kedapatan tewas.
Jepang kembali mendekati MR Wongsonegoro yang didesak untuk segera meghentikan pertempuran. Dari hasil peninjauan dapat diketahui banyak rakyat yang tidak berdosa tewas dalam pertempuran kedua belah pihak. Oleh karena desakan Jepang untuk menghentikan pertempuran, diterima oleh Mr Wongsonegoro. Pertimbangan lain adalah untuk menyusun kembali kekuatan dalam menghadapi musuh yang sebenarnya, ialah tentara Sekutu yang diboncengi tentara Belanda yang segera akan mendarat di Semarang.
Dalam perundingan dengan Jepang, Jepang menghendaki agar senjata-senjata yang dirampas oleh orang Indonesia dikembalikan lagi kepada Jepang. Tapi Mr Wongsonegoro menolak tuntutan itu, karena selain tak menjamin penyerahan senjata itu, pun tak diketahui siapa-siapa yang memegang senjata itu. lagi pula apa si pemegang senjata akan menyerahkan senjata itu kembali kepada Jepang? Akhirnya Jepang menerima pendirian Mr Wongsonegoro itu soal penyerahan senjata, dan demikian tercapailah persetujuan gencatan senjata dengan pihak Jepang.
Pada umumnya para pemuda kecewa atas gencetan senjata itu, karena banyak kawan-kawan yang telah gugur dan mereka menghendaki menuntut balas.
Setelah Sekutu mendarat di Semarang pada tanggal 19 Oktober 1945, maka berakhir pulalah pertempuran dengan pihak Jepang yang selama 5 hari itu.
Kesimpulan pertempuran lima hari di Semarang itu mempunyai nilai tersendiri, khususnya bagi rakyat Jawa Tengah. Peristiwa itu menunjukkan kebulatan tekad rakyat untuk mengambil alih kekuasaan dari Jepang. Tindakan kekerasan harus diambil, karena cara berunding dan diplomasi diabaikan oleh Jepang.
Dengan menyerahnya Jepang terhadap Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945, dan disusul dengan diproklamarkan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, maka seharusnya tamatlah kekuasaan Jepang di Indonesia.
Dan ditunjuknya Mr Wongsonegero sebagai Penguasa Republik di Jawa Tengah dan pusat pemerintahannya di Semarang, maka adalah kewajiban Pemerintah di Jawa Tengah mengambilalih kekuasaan yang selama ini dipegang Jepang, termasuk bidang pemerintahan, keamanan dan ketertibannya. Maka terbentuklah Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kemudian menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
Di beberapa tempat di Jawa Tengah telah terjadi pula kegiatan perlucutan senjata Jepang tanpa kekerasan antara lain di Banyumas, tapi terjadi kekerasan justru di ibu kota Semarang. Kido Butai (pusat Ketentaraan Jepang di Jatingaleh) nampak tidak memberikan persetujuannya secara menyeluruh, meskipun dijamin oleh Gubernur Wongsonegoro, bahwa senjata tersebut tidak untuk melawan Jepang. Permintaan yang berulang-ulang cuma menghasilkan senjata yang tak seberapa, dan itu pun senjata-senjata yang sudah agak usang.
Kecurigaan BKR dan Pemuda Semarang semakin bertambah, setelah Sekutu mulai mendaratkan pasukannya di Pulau Jawa. Pihak Indonesia khawatir Jepang akan menyerahkan senjata-senjatanya kepada Sekutu, dan berpendapat kesempatan memperoleh senjata harus dimanfaatkan sebelum Sekutu mendarat di Semarang. Karena sudah pasti pasukan Belanda yang bergabung dengan Sekutu akan ikut dalam pendaratan itu yang tujuannya menjajah Indonesia lagi.
Pertempuran 5 hari di Semarang ini dimulai menjelang minggu malam tanggal 15 Oktober 1945. Keadaan kota Semarang sangat mencekam apalagi di jalan-jalan dan kampung-kampung dimana ada pos BKR dan Pemuda tampak dalam keadaan siap. Pasukan Pemuda terdiri dari beberapa kelompok yaitu BKR, Polisi Istimewa, AMRI, AMKA (Angkatan Muda Kereta Api) dan organisasi para pemuda lainnya.
Dapat pula kita tambahkan di sini, bahwa Markas Jepang dibantu oleh pasukan Jepang sebesar 675 orang, yang mereka dalam perjalanan dari Irian ke Jakarta, tapi karena persoalan logistik, pasukan ini singgah di Semarang. Pasukan ini merupakan pasukan tempur yang mempunyai pengalaman di medan perang Irian.
Keadaan kontras sekali, karena para pemuda pejuang kita harus menghadapi pasukan Jepang yang berpengalaman tempur dan lebih lengkap persenjataannya, sementara kelompok pasukan pemuda belum pernah bertempur, dan hampir-hampir tidak bersenjata. Juga sebagian besar belum pernah mendapat latihan, kecuali diantaranya dari pasukan Polisi Istimewa, anggota BKR, dari ex-PETA dan Heiho yang pernah mendapat pendidikan dan latihan militer, tapi tanpa pengalaman tempur.
Pertempuran lima hari di Semarang ini diawali dengan berontakan 400 tentara Jepang yang bertugas membangun pabrik senjata di Cepiring dekat Semarang. Pertempuran antara pemberontak Jepang melawan Pemuda ini berkobar sejak dari Cepiring (kl 30 Km sebelah barat Semarang) hingga Jatingaleh yang terletak di bagian atas kota. Di Jatingaleh ini pasukan Jepang yang dipukul mundur menggabungkan diri dengan pasukan Kidobutai yang memang berpangkalan di tempat tersebut.
Suasana kota Semarang menjadi panas. Terdengar bahwa pasukan Kidobutai Jatingaleh akan segera mengadakan serangan balasan terhadap para Pemuda Indonesia. Situasi hangat bertambah panas dengan meluasnya desas-desus yang menggelisahkan masyarakat, bahwa cadangan air minum di Candi (Siranda) telah diracuni. Pihak Jepang yang disangka telah melakukan peracunan lebih memperuncing keadaan dengan melucuti 8 orang polisi Indonesia yang menjaga tempat tersebut untuk menghindarkan peracunan cadangan air minum itu.
Dr Karyadi, Kepala Laboratorium Pusat Rumah Sakit Rakyat (Purasara) ketika mendengar berita ini langsung meluncur ke Siranda untuk mengecek kebenarannya. Tetapi beliau tidak pernah sampai tujuan, jenazahnya diketemukan di jalan Pandanaran Semarang, karena dibunuh oleh tentara Jepang (namamya diabadikan menjadi RS di Semarang). Keesokan harinya 15 Oktober 1945 jam 03.00 pasukan Kidobutai benar-benar melancarkan serangannya ke tengah-tengah kota Semarang.
Markas BKR kota Semarang menempati komplek bekas sekolah MULO di Mugas (belakang bekas Pom Bensin Pandanaran). di belakangnya terdapat sebuah bukit rendah dari sinilah di waktu fajar Kidobutai melancarkan serangan mendadak terhadap Markas BKR. Secara tiba-tiba mereka melancarkan serangan dari dua jurusan dengan tembakan tekidanto (pelempar granat) dan senapan mesin yang gencar. Diperkirakan pasukan Jepang yang menyerang berjumlah 400 orang. Setelah memberikan perlawanan selama setengah jam, pimpinan BKR akhirnya menyadari markasnya tak mungkin dapat dipertahankan lagi dan untuk menghindari kepungan tentara Jepang, pasukan BKR mengundurkan diri meninggalkan markasnya.
Kemudian pasukan Jepang bergerak membebaskan markas Kempeitai yang sedang dikepung para Pemuda. Setelah mematahkan para Pemuda pasukan Jepang menuju ke markas Polisi Istimewa di Kalisari dan berhasil menduduki markas tersebut. Di sini terjadi pembunuhan kejam yang dilakukan oleh tentara Jepang terhadap anggota Polisi Istimewa yang tidak berhasil meloloskan diri dari pengepungan.
Juga di depan markas Kempeitai terjadi pertempuran sengit antara pasukan Jepang melawan para Pemuda yang bertahan di bekas Gedung NIS (Lawang Sewu) dan di Gubernuran (Wisma Perdamaian). Pasukan gabungan yang terdiri dari BKR, Polisi Istimewa dan AMKA melawan secara gigih, sehingga banyak jatuh korban di kedua belah pihak.
Meskipun dalam pertempuran tahap pertama pihak Jepang bagian timur dapat berhasil menduduki beberapa tempat penting, mereka tidak dapat bertahan karena selalu mendapat serangan dari BKR dan Pemuda. Terpaksa mereka meninggalkan tempat-tempat tersebut, yang kemudian dikuasai kembali oleh para Pemuda. Demikianlah pasukan silih berganti antara Jepang dan pemuda menempati posisi strategis.
Selain menangkap Mr Wongsonegoro, Jepang juga menangkap pimpinan Rumah Sakit Purusara yaitu Dr Sukaryo, Komandan Kompi BKR ialah ex-Sudanco Mirza Sidharta dan banyak pimpinan-pimpinan lainnya. Untuk menuntut balas, bantuan dari luar kota terus berdatangan yang menggabungkan diri dengan para Pemuda yang ada dalam kota.
Pasukan BKR dan para pemudanya dari Pati bergabung dengan pasukan Mirza Sidharta dan mengadakan serangan balasan terhadap Jepang yang telah menguasai tempat-tempat penting dalam kota, sehingga berlangsung dengan sengitnya. Taktik gerilya-kota dapat dilaksanakan dengan menghindari pertempuran terbuka, dengan tiba-tiba menyerang dan segera menghilang. Sekalipun belum ada komando terpusat, namun datangnnya serangan terhadap Jepang selalu bergantian dan bergelombang. Keberanian mereka benar-benar patut dibanggakan, sehingga menyulitkan Jepang menguasai kota.
Markas Jepang di Jatingaleh pun tak luput dari serangan BKR dan para pemudanya yang menimbulkan korban yang tidak sedikit kepada pihak Jepang. Gerak maju Jepang selanjutnya tidak berjalan lancar, karena tertahan di depan kantor PLN, bahkan sempat dipukul mundur.
Akibat serangan Jepang yang membabi buta, petugas PMI tidak dapat bergerak leluasa, yang menyebabkan korban pertempuran sangat menyedihkan. Mereka yang menderita luka-luka tidak dapat perawatan yang semestinya dan mayat-mayat bergelimpangan di beberapa tempat sampai membusuk, karena tidak segera dikubur.
Petugas lain yang sangat besar jasanya yang bermarkas di Hotel du Pavillion (Dibya Puri) ialah dapur umum dimana para pemuda memperoleh makanannya, tetapi setelah pertempuran meluas, selanjutnya para pemuda mendapat bantuan dari rakyat dengan bergotong royong menyediakan makannya, walaupun mereka sendiri saat itu juga kekurangan. Tapi solidaritas rakyat dalam hal ini patut dibanggakan dan jangan dilupakan.
Diperkirakan 2.000 pasukan Jepang terlibat dalam pertempuran besar-besaran melawan pemuda-pemuda kita. Senjata-senjata modern dan lengkap dilawan semangat joang yang menyala-nyala dari rakyat Semarang. Di tempat yang paling seru pertempuran terjadi di simpang lima (Tugu Muda). Puluhan Pemuda yang terkepung oleh Jepang dibantai dengan kejamnya oleh pasukan Kidobutai itu. Pemuda dan pasukan rakyat dari luar kota sekitar Semarang menunjukkan kesetia-kawanannya. Bala-bantuan mengalir terus ke kota Semarang. Mereka yang baru datang, langsung terjun terus ke kancah pertempuran.
Setelah BKR berhasil mengadakan konsolidasi dan mendapat bantuan dari daerah lain di Jawa Tengah, situasi menjadi berbalik pada saat Jepang berada dalam keadaan kritis. Untuk mengatasi situasi itu serangan makin diperhebat. Banyaknya korban di kalangan penduduk telah meninggikan para pemuda untuk menuntut balas. Diperkirakan 2000 pasukan rakyat kita gugur dalam pertempuran besar-besaran ini, sedangkan dari pihak Jepang tak kurang dari 500 orang kedapatan tewas.
Jepang kembali mendekati MR Wongsonegoro yang didesak untuk segera meghentikan pertempuran. Dari hasil peninjauan dapat diketahui banyak rakyat yang tidak berdosa tewas dalam pertempuran kedua belah pihak. Oleh karena desakan Jepang untuk menghentikan pertempuran, diterima oleh Mr Wongsonegoro. Pertimbangan lain adalah untuk menyusun kembali kekuatan dalam menghadapi musuh yang sebenarnya, ialah tentara Sekutu yang diboncengi tentara Belanda yang segera akan mendarat di Semarang.
Dalam perundingan dengan Jepang, Jepang menghendaki agar senjata-senjata yang dirampas oleh orang Indonesia dikembalikan lagi kepada Jepang. Tapi Mr Wongsonegoro menolak tuntutan itu, karena selain tak menjamin penyerahan senjata itu, pun tak diketahui siapa-siapa yang memegang senjata itu. lagi pula apa si pemegang senjata akan menyerahkan senjata itu kembali kepada Jepang? Akhirnya Jepang menerima pendirian Mr Wongsonegoro itu soal penyerahan senjata, dan demikian tercapailah persetujuan gencatan senjata dengan pihak Jepang.
Pada umumnya para pemuda kecewa atas gencetan senjata itu, karena banyak kawan-kawan yang telah gugur dan mereka menghendaki menuntut balas.
Setelah Sekutu mendarat di Semarang pada tanggal 19 Oktober 1945, maka berakhir pulalah pertempuran dengan pihak Jepang yang selama 5 hari itu.
Kesimpulan pertempuran lima hari di Semarang itu mempunyai nilai tersendiri, khususnya bagi rakyat Jawa Tengah. Peristiwa itu menunjukkan kebulatan tekad rakyat untuk mengambil alih kekuasaan dari Jepang. Tindakan kekerasan harus diambil, karena cara berunding dan diplomasi diabaikan oleh Jepang.
//
Label:
Sejarah-Mitos
//
0
komentar
//

Solusi yang ditawarkan seperti yang dikutip dari WildCharger mungkin sangat berguna. Dengan perangkat ini, isi ulang baterai lebih dari satu perangkat elektronika tidak membutuhkan banyak colokan ( stop contact ). Cukup letakkan alat elektronika ke atas ’alas ajaib’ yang disediakan untuk mengisi ulang baterainya.
Alas tersebut cukup untuk mengisi baterai lima alat elektronika secara bersamaan. Artinya hanya satu colokan yang dibutuhkan yakni dari ujung kabel alas tersebut. Namun, sampai saat ini agar baterai dapat terisi ulang, pada setiap alat elektronika harus ditambahkan bungkus khusus yang bentuknya menyesuaikan dengan penutup baterai.
Efisiensi pengisian listrik bisa dikatakan sempurna alias 100 persen. Selain itu, tidak ada radiasi gelombang elektromagnetik yang membahayakan sekitarnya. Teknologi ini telah dikembangkan sejak tahun 2001 dan saat ini menjadi satu-satunya penyedia solusi seperti ini.
Alasnya dijual seharga 60 Dollar AS atau sekitar Rp 564.000 sedangkan bungkus baterai dijual antara 30-35 Dollar AS (Rp 282.000-Rp 329.000). Untuk sementara, model ponsel dan alat elektronika yang telah didukung yakni Motorola RAZR, iPod Nano, Blackberry, dan iPhone.

Ke depannya, Presiden WildCharge, Izhar Metzkevich, berharap produsen-produsen alat elektronika dan industri pendukungnya menyerap teknologi yang telah dikembangkan perusahaannya itu sejak lantai produksi. Beberepa perusahaan dilaporkan sudah tertarik untuk membenamkannya ke dalam produk elektronika sebelum dilempar ke pasaran
//
Label:
Info Teknologi
//
0
komentar
//
Pernah nggak berpikir mengapa Amerika maju ? Saya sempat mengajukan pertanyaan ini ke diri sendiri. Dalam bidang teknologi misalnya, banyak penemuan baru di dunia berasal dari Amerika. Bahkan kalau mau dikhususkan di bidang software dan Internet, mungkin di atas 90% perusahaannya berasal dari Amerika ! Coba perhatikan nama-nama ini: Microsoft, IBM, Google, Yahoo, YouTube, MySpace, Netscape, Oracle … semuanya adalah perusahaan Amerika. Untuk perusahaan software yang besar di luar Amerika saya hanya bisa memikirkan SAP dan Corel.
Semua ini membuat saya penasaran. Masalahnya, secara intelektual saya pikir Amerika tidak unggul. Dalam olimpiade ilmiah misalnya, tidak terdengar mereka menjadi juara dunia. Yang merajai adalah Cina atau negara-negara Eropa Timur (dan belakangan juga Indonesia tentunya ). Dalam buku The World is Flat banyak ditulis bagaimana anak-anak di Amerika pendidikannya tertinggal dibandingkan banyak negara lain. Orang-orang Asia bekerja lebih keras dan seringkali mempunyai prestasi lebih tinggi dari orang Amerika. Dengan keadaan seperti itu bagaimana mereka bisa begitu menonjol di dunia ?
awaban untuk ini tersirat di dalam The World is Flat dan saya pikir inilah kuncinya:
Amerika adalah mesin mimpi terbesar di dunia
Apa yang dimaksud dengan “mesin mimpi” ? Ini dia:
1. Setiap orang bebas memiliki mimpinya sendiri-sendiri
Ini adalah keunggulan dari negara yang bebas seperti Amerika. Setiap orang bisa memiliki mimpinya sendiri-sendiri tanpa dibatasi oleh sistem politik, sosial, dan lain-lain. Di banyak negara lain hal ini tidak terjadi. Ada saja peraturan yang membatasi mimpi mereka. Inilah salah satu keunggulan Amerika dari Cina yang menerapkan sistem komunis. Di Cina masih banyak peraturan yang membatasi, khususnya kalau bersentuhan dengan politik. Terus terang saja, saya sama sekali tidak percaya Cina akan bisa menjadi kekuatan ekonomi terbesar dunia selama mereka masih menerapkan sistem komunis seperti sekarang.
2. Setiap orang didorong untuk mewujudkan mimpinya
Mungkin semua orang bisa mempunyai mimpinya sendiri-sendiri, tapi untuk mewujudkan mimpi pasti tidak mudah mengingat risiko yang diambil. Nah, di Amerika orang-orang didorong untuk mewujudkan mimpinya. Dengan cara apa ? Yaitu dengan tersedianya insentif finansial yang sangat besar kalau mereka berhasil mewujudkan mimpinya. Insentif ini terutama dalam bentuk IPO (initial public offering) di pasar saham dan akuisisi dari perusahaan yang lebih besar. Insentif IPO inilah yang menjadikan Sergey Brin dan Larry Page dari Google masuk daftar orang terkaya dunia dalam usia masih 30-an tahun. Dan insentif akuisisilah yang membuat orang-orang YouTube kebanjiran uang setelah dibeli Google.
Satu hal lagi yang juga membantu adalah kenyataan bahwa di Amerika setiap orang menerima imbalan sesuai dengan kemampuan dan kontribusi masing-masing (sistem meritokrasi). Ini berbeda dengan keadaan di kerajaan-kerajaan kaya minyak di mana para bangsawannya menjadi kaya raya semata-mata karena faktor keturunan
3. Setiap orang dibantu untuk mewujudkan mimpinya
Amerika memiliki sistem yang bagus untuk membantu orang mewujudkan mimpi mereka menjadi kenyataan. Yang pertama adalah dari segi hukum, di mana sangat mudah untuk mendirikan maupun menutup perusahaan. Akibatnya orang-orang tidak bimbang untuk memulai perusahaan baru. Yang kedua - dan ini mungkin paling menentukan - adalah tersedianya dana secara besar-besaran bagi orang-orang “gila” melalui venture capital (VC). Karena banyak mimpi membutuhkan dana tidak sedikit untuk diwujudkan, VC inilah yang memungkinkan mimpi-mimpi tersebut menjadi kenyataan. Para venture capitalist di Amerika memiliki sistem yang sangat handal untuk memilih dan memoles ide yang berprospek untuk didukung.
Dari sini tidak heran kalau banyak ide gila muncul dan berkembang di Amerika dan bukannya di negara lain. Mungkin banyak hal lain di Amerika mudah ditiru, tapi saya yakin akan sangat sulit untuk meniru “mesin mimpi” ini. Meskipun begitu, siapa tahu Indonesia suatu saat juga bisa menjadi mesin mimpi. Bagaimana, mungkin tidak Indonesia menjadi mesin mimpi ?
Semua ini membuat saya penasaran. Masalahnya, secara intelektual saya pikir Amerika tidak unggul. Dalam olimpiade ilmiah misalnya, tidak terdengar mereka menjadi juara dunia. Yang merajai adalah Cina atau negara-negara Eropa Timur (dan belakangan juga Indonesia tentunya ). Dalam buku The World is Flat banyak ditulis bagaimana anak-anak di Amerika pendidikannya tertinggal dibandingkan banyak negara lain. Orang-orang Asia bekerja lebih keras dan seringkali mempunyai prestasi lebih tinggi dari orang Amerika. Dengan keadaan seperti itu bagaimana mereka bisa begitu menonjol di dunia ?
awaban untuk ini tersirat di dalam The World is Flat dan saya pikir inilah kuncinya:
Amerika adalah mesin mimpi terbesar di dunia
Apa yang dimaksud dengan “mesin mimpi” ? Ini dia:
1. Setiap orang bebas memiliki mimpinya sendiri-sendiri
Ini adalah keunggulan dari negara yang bebas seperti Amerika. Setiap orang bisa memiliki mimpinya sendiri-sendiri tanpa dibatasi oleh sistem politik, sosial, dan lain-lain. Di banyak negara lain hal ini tidak terjadi. Ada saja peraturan yang membatasi mimpi mereka. Inilah salah satu keunggulan Amerika dari Cina yang menerapkan sistem komunis. Di Cina masih banyak peraturan yang membatasi, khususnya kalau bersentuhan dengan politik. Terus terang saja, saya sama sekali tidak percaya Cina akan bisa menjadi kekuatan ekonomi terbesar dunia selama mereka masih menerapkan sistem komunis seperti sekarang.
2. Setiap orang didorong untuk mewujudkan mimpinya
Mungkin semua orang bisa mempunyai mimpinya sendiri-sendiri, tapi untuk mewujudkan mimpi pasti tidak mudah mengingat risiko yang diambil. Nah, di Amerika orang-orang didorong untuk mewujudkan mimpinya. Dengan cara apa ? Yaitu dengan tersedianya insentif finansial yang sangat besar kalau mereka berhasil mewujudkan mimpinya. Insentif ini terutama dalam bentuk IPO (initial public offering) di pasar saham dan akuisisi dari perusahaan yang lebih besar. Insentif IPO inilah yang menjadikan Sergey Brin dan Larry Page dari Google masuk daftar orang terkaya dunia dalam usia masih 30-an tahun. Dan insentif akuisisilah yang membuat orang-orang YouTube kebanjiran uang setelah dibeli Google.
Satu hal lagi yang juga membantu adalah kenyataan bahwa di Amerika setiap orang menerima imbalan sesuai dengan kemampuan dan kontribusi masing-masing (sistem meritokrasi). Ini berbeda dengan keadaan di kerajaan-kerajaan kaya minyak di mana para bangsawannya menjadi kaya raya semata-mata karena faktor keturunan
3. Setiap orang dibantu untuk mewujudkan mimpinya
Amerika memiliki sistem yang bagus untuk membantu orang mewujudkan mimpi mereka menjadi kenyataan. Yang pertama adalah dari segi hukum, di mana sangat mudah untuk mendirikan maupun menutup perusahaan. Akibatnya orang-orang tidak bimbang untuk memulai perusahaan baru. Yang kedua - dan ini mungkin paling menentukan - adalah tersedianya dana secara besar-besaran bagi orang-orang “gila” melalui venture capital (VC). Karena banyak mimpi membutuhkan dana tidak sedikit untuk diwujudkan, VC inilah yang memungkinkan mimpi-mimpi tersebut menjadi kenyataan. Para venture capitalist di Amerika memiliki sistem yang sangat handal untuk memilih dan memoles ide yang berprospek untuk didukung.
Dari sini tidak heran kalau banyak ide gila muncul dan berkembang di Amerika dan bukannya di negara lain. Mungkin banyak hal lain di Amerika mudah ditiru, tapi saya yakin akan sangat sulit untuk meniru “mesin mimpi” ini. Meskipun begitu, siapa tahu Indonesia suatu saat juga bisa menjadi mesin mimpi. Bagaimana, mungkin tidak Indonesia menjadi mesin mimpi ?
//
Label:
Berita
//
7
komentar
//
PALO ALTO - HP mengumumkan terobosan barunya dalam proses daur ulang yang memungkinkan plastik bekas konsumen didaur ulang menjadi katrid printer inkjet HP original yang baru.
HP memanfaatkan lebih dari 5 juta pound plastik daur ulang untuk produksi katrid inkjet-nya tahun lalu, selanjutnya HP berkomitmen untuk terus menggunakan bahan yang sama sebanyak dua kali lipat pada tahun 2008. Hingga saat ini, lebih dari 200 juta katrid telah diproduksi dengan menggunakan proses ini.
"Dengan mengembangkan teknologi yang menjadikan HP dapat memanfaatkan kembali plastik daur ulang untuk pembuatan katrid inkjet HP orisinil, kami memiliki peluang untuk mengurangi dampak pencemaran terhadap bumi," ujar Senior Vice President, Supplies, Imaging and Printing Group, HP Michael Hoffmann.
�
"Investasi HP dalam membangun infrastruktur daur ulang menjadikan harapan yang kami cita-citakan sangat mungkin akan tercapai. Adapun yang sekarang telah kami capai hanyalah merupakan awal dari terwujudnya harapan yang lebih besar nantinya," imbuhnya, seperti dilansir dari keterangan resmi HP, Sabtu (9/2/2008).
HP memiliki program pengembalian katrid Inkjet HP melalui HP Planet Partners. Program ini memungkinkan terjadinya proses daur ulang multi-fase yang meleburkan bekas katrid menjadi bahan baku, seperti plastik dan logam. HP menggabungkan plastik yang berasal dari katrid inkjet dengan botol yang didaur ulang serta beberapa bahan tambahan lainnya untuk memastikan bahwa semua bahan daur ulang memenuhi standar kinerja HP yang tinggi.
Jumlah konten yang didaur ulang pada katrid HP inkjet sangat bervariasi antara 70 hingga 100 persen dari total plastik yang digunakan, namun keandalan hasil dari setiap produk benar-benar telah teruji dan HP konsisten dengan program ini.
Sebagai bentuk pengakuan terhadap pendekatan HP dalam menggunakan konten daur ulang, The Society of Plastics Engineers, organisasi perdagangan untuk para profesional di bidang plastik, berencana memberikan penghargaan paling prestisius dalam hal pelestarian lingkungan kepada HP di acara The Global Plastics Environmental Conference yang berlangsung pada Maret mendatang.
"Penggunaan plastik daur ulang oleh HP pada aplikasi yang secara teknis berstandar tinggi sebagaimana yang ditetapkan untuk katrid inkjetnya, menunjukkan bahwa inovasi tersebut memiliki standar yang tinggi pula," ungkap Larry Koester, Vice President of Communications, Environmental Division, Society of Plastics Engineers.
"Pencapaian yang monumental ini tercipta setelah melalui upaya-upaya pelestarian lingkungan yang telah dilakukan secara intensif selama bertahun-tahun oleh HP dan para mitranya."
HP memanfaatkan lebih dari 5 juta pound plastik daur ulang untuk produksi katrid inkjet-nya tahun lalu, selanjutnya HP berkomitmen untuk terus menggunakan bahan yang sama sebanyak dua kali lipat pada tahun 2008. Hingga saat ini, lebih dari 200 juta katrid telah diproduksi dengan menggunakan proses ini.
"Dengan mengembangkan teknologi yang menjadikan HP dapat memanfaatkan kembali plastik daur ulang untuk pembuatan katrid inkjet HP orisinil, kami memiliki peluang untuk mengurangi dampak pencemaran terhadap bumi," ujar Senior Vice President, Supplies, Imaging and Printing Group, HP Michael Hoffmann.
�
"Investasi HP dalam membangun infrastruktur daur ulang menjadikan harapan yang kami cita-citakan sangat mungkin akan tercapai. Adapun yang sekarang telah kami capai hanyalah merupakan awal dari terwujudnya harapan yang lebih besar nantinya," imbuhnya, seperti dilansir dari keterangan resmi HP, Sabtu (9/2/2008).
HP memiliki program pengembalian katrid Inkjet HP melalui HP Planet Partners. Program ini memungkinkan terjadinya proses daur ulang multi-fase yang meleburkan bekas katrid menjadi bahan baku, seperti plastik dan logam. HP menggabungkan plastik yang berasal dari katrid inkjet dengan botol yang didaur ulang serta beberapa bahan tambahan lainnya untuk memastikan bahwa semua bahan daur ulang memenuhi standar kinerja HP yang tinggi.
Jumlah konten yang didaur ulang pada katrid HP inkjet sangat bervariasi antara 70 hingga 100 persen dari total plastik yang digunakan, namun keandalan hasil dari setiap produk benar-benar telah teruji dan HP konsisten dengan program ini.
Sebagai bentuk pengakuan terhadap pendekatan HP dalam menggunakan konten daur ulang, The Society of Plastics Engineers, organisasi perdagangan untuk para profesional di bidang plastik, berencana memberikan penghargaan paling prestisius dalam hal pelestarian lingkungan kepada HP di acara The Global Plastics Environmental Conference yang berlangsung pada Maret mendatang.
"Penggunaan plastik daur ulang oleh HP pada aplikasi yang secara teknis berstandar tinggi sebagaimana yang ditetapkan untuk katrid inkjetnya, menunjukkan bahwa inovasi tersebut memiliki standar yang tinggi pula," ungkap Larry Koester, Vice President of Communications, Environmental Division, Society of Plastics Engineers.
"Pencapaian yang monumental ini tercipta setelah melalui upaya-upaya pelestarian lingkungan yang telah dilakukan secara intensif selama bertahun-tahun oleh HP dan para mitranya."
//
Label:
Berita
//
0
komentar
//

Ilmuwan memberi nama panggilan "Godzilla" kepadanya,karena bentuk fisiknya diperkirakan mirip dengan monster fiksi Godzilla yang terkenal itu. Moncong dan gigi-nya juga mirip banget sama kebanyakan dinosaurus-dinosaurus predator masa lalu (terutama T-Rex),namun species monster ini justru belum bisa dikategorikan/dimasukkan kedalam salahsatu species-species dinosaurus yang telah ada.Artinya adalah species tsb meupakan species dinosaurus baru yang berhasil ditemukan.


//
Label:
Sejarah-Mitos
//
0
komentar
//
Rompi anti-peluru adalah pakaian pelindung untuk meminimalkan cidera karena terkena peluru. Biasanya dipakai oleh personil militer dan polisi dalam tugas-tugas tertentu. Bahan untuk rompi anti-peluru diantaranya logam (baja atau titanium), keramik atau jenis polimer yang dapat memberikan perlindungan ekstra terhadap bagian-bagian vital pemakainya.
Rompi ini melindungi pemakainya dengan cara menahan laju peluru. Peluru dihentikan sebelum berpenetrasi ke dalam tubuh. Ketika rompi menahan penetrasi peluru, dorongan dari peluru direduksi dengan menyebarkan momentumnya ke seluruh tubuh. Pemakai tetap akan merasakan energi kinetik dari peluru, hal ini dapat menyebabkan luka memar, bengkak atau luka dalam yang cukup serius.
Salah satu polimer yang dikembangkan sebagai bahan rompi anti-peluru modern adalah kevlar. Kevlar dikenal juga sebagai twaron dan poli-parafenilen tereftalamida, yaitu suatu serat sintetik yang kekuatannya lima kali kekuatan tembaga, dengan berat yang sama. Kevlar sangat tahan terhadap panas dan terdekomposisi di atas 400 oC tanpa meleleh. Kevlar ditemukan oleh perusahaan DuPont pada awal 1960-an, hasil kerja dari Stephanie Kwolek. Kevlar merupakan merk dagang yang terdaftar oleh E.I. de Pont de Nemours and Company.
Sifat-sifat
Kevlar adalah salah satu tipe aramida, yang terdiri dari rantai panjang polimer dengan orientasi paralel. Aramida sendiri merupakan suatu serat sintetik yang berupa rantai panjang poliamida sintetik dengan paling sedikit 85 persen sambungan amidanya menempel secara langsung pada dua rantai aromatik (gugus amida dan gugus aromatik berselang-seling). Kekuatan kevlar diperoleh dari ikatan hidrogen intra-molekuler dan interaksi tumpukan aromatik-aromatik antar lembaran. Interaksi-interaksi ini lebih kuat daripada interaksi Van der Waals yang terdapat dalam polimer-polimer sintetik lain dan serat-serat seperti dyneema (serat yang terbuat dari rantai polietilena yang sangat panjang, yang tersusun searah). Keberadaan garam-garam dan impuritis lain, biasanya kalsium, dapat mengganggu interaksi pada lembaran polimer dan harus dihilangkan dalam proses produksi. Kevlar terdiri dari molekul-molekul yang relatif rigid, yang membentuk struktur seperti lembaran-lembaran datar pada protein sutra.
Dari sifat-sifat tersebut diperoleh serat dengan kekuatan mekanik yang tinggi dan tahan terhadap panas.
Kevlar mempunyai gugus-gugus bebas yang dapat membentuk ikatan hidrogen pada bagian luarnya, sehingga dapat mengabsorp air dan mempunyai sifat ‘basah’ yang baik. Hal ini juga menjadikannya terasa lebih alami dan ‘lengket’ dibandingkan dengan polimer pada umumnya, seperti polietilen.
Kelemahan utama dari kevlar adalah dapat terdekomposisi pada kondisi basa atau ketika terpapar klorin. Meskipun dapat mendukung tensile stress yang besar, kevlar tidak cukup kuat di bawah tekanan kompresif. Untuk mengatasi masalah ini, kevlar sering digunakan secara bersama dengan bahan yang kuat terhadap tekanan kompresif.
Produksi
Kevlar disintesis dari monomer 1, 4-fenildiamin (para-fenilendiamin) dan tereftaloil klorida. Hasilnya adalah polimer aromatik amida (aramida) dengan cincin benzena dan gugus amida yang berselang-seling. Dengan langkah produksi ini, diperoleh lembaran polimer yang tergabung secara acak. Untuk membuat kevlar, bahan-bahan dilarutkan dan diaduk, menghasilkan rantai polimer yang berorientasi membentuk serat.
Kevlar berharga mahal karena sulitnya pemakaian asam sulfat pekat dalam produksinya. Kondisi yang ekstrim ini dibutuhkan untuk menjaga ketaklarutan polimer yang tinggi dalam larutan selama sintesis dan pengadukan.
Bahan anti-peluru lain yang dikembangkan setelah kevlar diantaranya DSM's Dyneema, Akzo's Twaron, Toyobo's Zylon (yang kontroversial, studi terbaru melaporkan, bahan ini terdegradasi dengan cepat sehingga pemakainya tidak terlindungi seperti yang diharapkan), atau Honeywell's GoldFlex - semuanya merupakan merk dagang. Bahan-bahan yang baru ini lebih ringan, tipis, dan lebih tahan dibanding kevlar, namun harganya lebih mahal.
Rompi ini melindungi pemakainya dengan cara menahan laju peluru. Peluru dihentikan sebelum berpenetrasi ke dalam tubuh. Ketika rompi menahan penetrasi peluru, dorongan dari peluru direduksi dengan menyebarkan momentumnya ke seluruh tubuh. Pemakai tetap akan merasakan energi kinetik dari peluru, hal ini dapat menyebabkan luka memar, bengkak atau luka dalam yang cukup serius.
Salah satu polimer yang dikembangkan sebagai bahan rompi anti-peluru modern adalah kevlar. Kevlar dikenal juga sebagai twaron dan poli-parafenilen tereftalamida, yaitu suatu serat sintetik yang kekuatannya lima kali kekuatan tembaga, dengan berat yang sama. Kevlar sangat tahan terhadap panas dan terdekomposisi di atas 400 oC tanpa meleleh. Kevlar ditemukan oleh perusahaan DuPont pada awal 1960-an, hasil kerja dari Stephanie Kwolek. Kevlar merupakan merk dagang yang terdaftar oleh E.I. de Pont de Nemours and Company.
Sifat-sifat
Kevlar adalah salah satu tipe aramida, yang terdiri dari rantai panjang polimer dengan orientasi paralel. Aramida sendiri merupakan suatu serat sintetik yang berupa rantai panjang poliamida sintetik dengan paling sedikit 85 persen sambungan amidanya menempel secara langsung pada dua rantai aromatik (gugus amida dan gugus aromatik berselang-seling). Kekuatan kevlar diperoleh dari ikatan hidrogen intra-molekuler dan interaksi tumpukan aromatik-aromatik antar lembaran. Interaksi-interaksi ini lebih kuat daripada interaksi Van der Waals yang terdapat dalam polimer-polimer sintetik lain dan serat-serat seperti dyneema (serat yang terbuat dari rantai polietilena yang sangat panjang, yang tersusun searah). Keberadaan garam-garam dan impuritis lain, biasanya kalsium, dapat mengganggu interaksi pada lembaran polimer dan harus dihilangkan dalam proses produksi. Kevlar terdiri dari molekul-molekul yang relatif rigid, yang membentuk struktur seperti lembaran-lembaran datar pada protein sutra.
Dari sifat-sifat tersebut diperoleh serat dengan kekuatan mekanik yang tinggi dan tahan terhadap panas.
Kevlar mempunyai gugus-gugus bebas yang dapat membentuk ikatan hidrogen pada bagian luarnya, sehingga dapat mengabsorp air dan mempunyai sifat ‘basah’ yang baik. Hal ini juga menjadikannya terasa lebih alami dan ‘lengket’ dibandingkan dengan polimer pada umumnya, seperti polietilen.
Kelemahan utama dari kevlar adalah dapat terdekomposisi pada kondisi basa atau ketika terpapar klorin. Meskipun dapat mendukung tensile stress yang besar, kevlar tidak cukup kuat di bawah tekanan kompresif. Untuk mengatasi masalah ini, kevlar sering digunakan secara bersama dengan bahan yang kuat terhadap tekanan kompresif.
Produksi
Kevlar disintesis dari monomer 1, 4-fenildiamin (para-fenilendiamin) dan tereftaloil klorida. Hasilnya adalah polimer aromatik amida (aramida) dengan cincin benzena dan gugus amida yang berselang-seling. Dengan langkah produksi ini, diperoleh lembaran polimer yang tergabung secara acak. Untuk membuat kevlar, bahan-bahan dilarutkan dan diaduk, menghasilkan rantai polimer yang berorientasi membentuk serat.
Kevlar berharga mahal karena sulitnya pemakaian asam sulfat pekat dalam produksinya. Kondisi yang ekstrim ini dibutuhkan untuk menjaga ketaklarutan polimer yang tinggi dalam larutan selama sintesis dan pengadukan.
Bahan anti-peluru lain yang dikembangkan setelah kevlar diantaranya DSM's Dyneema, Akzo's Twaron, Toyobo's Zylon (yang kontroversial, studi terbaru melaporkan, bahan ini terdegradasi dengan cepat sehingga pemakainya tidak terlindungi seperti yang diharapkan), atau Honeywell's GoldFlex - semuanya merupakan merk dagang. Bahan-bahan yang baru ini lebih ringan, tipis, dan lebih tahan dibanding kevlar, namun harganya lebih mahal.
//
Label:
Info Teknologi
//
0
komentar
//

PC cilik ini menggunakan sistem operasi Linux dan mempunyai waktu boot yang hanya 20 detik. Specifikasi yang lain adalah, mikroprosesor 45nm "Silverthorne", SSD berukuran 4 atau 8 GB, display LCD berukuran 4,8 inchi dengan resolusi 800 x 480, wireless LAN, bluetooth, dan koneksi untuk EDGE atau TDS-CDMA.
Menurut Lenovo, PC ini akan diluncurkan di China pada pertengahan tahun 2008 dengan harga sekitar USD $685. Mereka juga merencanakan untuk memperbesar pasaran mereka ke negara yang lain, kecuali Jepang, pada tahun 2009.
//
Label:
Info Teknologi
//
0
komentar
//

Lalu, apa kira-kira prediksi di dunia teknologi di tahun 2008 ini? Terdapat 9 ramalan yang diperkirakan akan booming dan terjadi di tahun 2008 ini. Pada bagian pertama ini, detikINET akan memaparkan 5 dari total 9 prediksi tentang apa yang akan menjadi 'hot' di tahun 2008. Menurut SMH dikutip detikINET, Senin (14/1/2008), prediksi ini merupakan gambaran kasar dari riset bersama berdasarkan tanda-tanda yang sudah ditunjukkan hingga akhir 2007.
1. Gadget akan ramah lingkungan
Konsumen tidak hanya menjadi peduli dengan efek teknologi terhadap lingkungan, namun akan menuntut gadget bawaannya untuk dapat ramah dengan lingkungan.
Gadget ramah lingkungan ini diperkirakan akan mulai bermunculan di pasar tahun 2008 ini.
2. Turunnya popularitas televisi konvensional
Dipacu dengan penetrasi internet yang semakin meluas di perumahan serta meledaknya program televisi internet, acara-acara di televisi konvensional semakin tak dilirik. Demikian juga semakin merosotnya popularitas koran harian.
Pertumbuhan online video dan situs video streaming seperti YouTube yang semakin 'matang' juga akan sangat mempengaruhi hal tersebut.
3. Masanya Blu-Ray dan Televisi LCD
Teknologi Blu-Ray yang menawarkan jernihnya gambar yang dihasilkan di layar televisi juga mulai menjadi trend. Teknologi tersebut juga akan dibarengi dengan meningkatnya popularitas televisi LCD serta plasma yang mendukung gambar dengan High Definition agar menikmati film layar lebar dengan HD DVD dapat lebih memuaskan.
Para manufaktur televisi seperti Fujitsu juga sudah mulai menanamkan teknologi terkini dalam televisi tipis berlayar datarnya.
4. Dunia game masuki tahap baru
Dimulai dengan popularitas Wii yang juga disenangi oleh segala usia dan gender, dunia game akan lebih semarak dengan lebih beragamnya gamer.
Diperkirakan, para konsumen juga akan mencari pengalaman baru dalam bermain game serta mencari konten secara online. Dan di tahun 2008 ini, popularitas Second Life juga akan merosot.
5. Pengguna internet tuntut kecepatan lebih
Kebutuhan akan kecepatan internet yang lebih 'ngebut' akan mulai meledak di tahun 2008 ini. Dengan berkembangnya situs yang membutuhkan bandwith besar semisal video streaming, kecepatan internet yang dimiliki pengguna saat ini dianggap terlampau lelet. Pengguna internet akan merasa kecepatan internet saat ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya ber-internet dan tuntutan bandwith yang lebih besar dari pengguna internet akan mewarnai tahun 2008 ini.
6. Google Android jadi sorotan
Software untuk ponsel besutan Google yang dengan nama Android akan banyak menyita perhatian banyak pihak.
Di tahun 2008 ini, aplikasi yang dihasilkan para pengembang software untuk Android akan bermunculan. Seperti diketahui, untuk mengembangkan aplikasi Android, Google menyediakan budget sebesar US$ 10 juta. Sementara para manufaktur ponsel akan mulai melobby Google untuk dapat menjalankan Android pada perangkatnya.
7. Pemblokiran situs jejaring sosial di perkantoran meningkat
Situs jejaring sosial tempat berinteraksi antar pengguna internet rata-rata di blok oleh perusahaan lantaran menghabiskan banyak bandwith. Sebesar 50% perusahaan diketahui telah melakukan hal ini, dan di 2008 angka tersebut akan naik menjadi sekitar 65%.
Hal tersebut dipicu dengan isu keamanan dari situs jejaring yang ditakutkan dapat mengancam perusahaan.
8. Software online makin nge-trend
Software perkantoran online seperti Google Docs serta Photoshop Express juga mulai dilirik pengguna lantaran gratis dan dapat disimpan lebih aman dalam web. Diperkirakan, software serupa yang dapat diakses secara online dan gratis juga makin berkembang.
9. GPS akan semakin populer
Seiring makin populernya perangkat Global Positioning System (GPS), di tahun 2008 ini perangkat GPS akan dibuat sedemikian rupa agar akselerasi penentuan titik lokasi akan lebih cepat. GPS juga diperkirakan akan tertanam di perangkat kamera digital yang akan merekam titik lokasi saat setiap foto yang terbidik.
Menurut SMH dikutip detikINET, prediksi ini merupakan gambaran kasar dari riset bersama, berdasarkan tanda-tanda yang sudah ditunjukkan hingga akhir 2007.
//
Label:
Info Teknologi
//
0
komentar
//
USB kini muncul dengan teknologi yang lebih tinggi. USB 3.0 yang disinyalir memiliki kecepatan yang lebih tinggi dibanding versi sebelumnya, 2.0.
USB 3.0 baru akan rampung pada pertengahan 2008 dengan perangkat pendukungnya yang akan tersebar pada tahun 2009 sehingga dapat dipasarkan ke luar pada tahun 2010. Tujuan utama dari USB SuperSpeed adalah menyediakan rata-rata transfer 10 kali lebih cepat dibanding USB konvensional. Saat ini kecepatan transfer USB 2.0 adalah sekira 480 Mbps sedangkan USB 3.0 memiliki kecepatan 4.8 Gbps. Tentunya USB baru ini juga akan meminimalisir konsumsi tenaga sehingga lebih ramah lingkungan.
Menurut PC World, Rabu (19/9/2007), contoh target yang akan dicapai oleh USB 3.0 adalah kemampuan mentransfer data berupa film High-def berkapasitas 27GB ke dalam sebuah perangkat portable, hanya dalam waktu 70 detik. Kecepatan ini tidak setara dengan yang dialami oleh teknologi USB 2.0 highspeed dengan total transfer sampai 15 menit.
Rencana ini dipublikasikan oleh The "SuperSpeed" USB Promotions Group saat ajang Intel Developer Forum
USB 3.0 baru akan rampung pada pertengahan 2008 dengan perangkat pendukungnya yang akan tersebar pada tahun 2009 sehingga dapat dipasarkan ke luar pada tahun 2010. Tujuan utama dari USB SuperSpeed adalah menyediakan rata-rata transfer 10 kali lebih cepat dibanding USB konvensional. Saat ini kecepatan transfer USB 2.0 adalah sekira 480 Mbps sedangkan USB 3.0 memiliki kecepatan 4.8 Gbps. Tentunya USB baru ini juga akan meminimalisir konsumsi tenaga sehingga lebih ramah lingkungan.
Menurut PC World, Rabu (19/9/2007), contoh target yang akan dicapai oleh USB 3.0 adalah kemampuan mentransfer data berupa film High-def berkapasitas 27GB ke dalam sebuah perangkat portable, hanya dalam waktu 70 detik. Kecepatan ini tidak setara dengan yang dialami oleh teknologi USB 2.0 highspeed dengan total transfer sampai 15 menit.
Rencana ini dipublikasikan oleh The "SuperSpeed" USB Promotions Group saat ajang Intel Developer Forum
//
Label:
Info Teknologi
//
0
komentar
//
Sebuah server dengan teknologi Dell Energy Smart, Blade PowerEdge M1000e memastikan informasi teknologi tersimpan dengan efektif dengan pengalokasian yang lebih mudah dan aman.
PowerEdge M1000e memiliki enclosure dengan ukuran 10U dan mengsupport 16 server blade. PowerEdge M1000e dioptimalkan untuk server blade Dell PowerEdge M600 dan M605 serta mengsupport prossesor quad-core Intel Xeon dan quad-core AMD Opteron sebanyak 2 buah. 60% lebih padat daru server 1U standar, Blade PowerEdge M1000e jelas akan menghemat ruang dan efektifitas. Harga server ini berkisar 5,999 USD dengan harga blade dimulai dari 1,849USD.
Spesifikasi:
Chassis Enlosure
Form Factor: 10U modular enclosure holds up to sixteen half-height blade servers
440.5mm (17.34") H x 447.5mm (17.62")W x 753.6mm (29.67")D
Weight:
Empty Chassis only - 98lbs (44.5kg)
Chassis w/ all rear modules (IOMs, PSUs, CMCs, KVM) - 176lbs (79.8kg)
Max Fully loaded w/ blades and rear modules - 394lbs (178.7kg)
Power Supplies
3 (non-redundant) or 6 (redundant) 2360 watt hot plug power supplies
Redundant Power Supplies support 3+3 (AC redundancy), 3+1 (Power Supply Redundancy),or 3 + 0 (non-redundant) modes
System supports new Dynamic Power Supply Engagement functionality
Power Supplies Require 200+ volt AC input
Power Distribution options for the M1000e are 20A, 30A, 60A single phase, or 30A three phase options
Cooling Fans
M1000e Chassis comes standard with 9 hot pluggable, redundant fan modules
Input Device
Front Control Panel with interactive Graphical LCD
Supports initial configuration wizard
Local server blade, enclosure, and module information and troubleshooting
Two USB Keyboard/Mouse connections and one Video connection (requires the optional Avocent iKVM switch to enable these ports)
Enclosure I/O Modules
Up to six total I/O modules for three redundant fabrics, featuring Ethernet FlexIO Switches.
PowerConnectTM M6220 Ethernet Switch
Includes 4 x fixed copper 10/100/1000Mb Ethernet uplinks plus 2 of the following optional modules:
2 x 24Gb Stacking Ports
2 x 10Gb Optical (XFP-SR/LR) uplinks
2 x 10Gb copper CX4 uplinks
Standard Features include
Layer 3 routing (OSPF, RIP, VRRP)
IPv6 support
Layer 2/3 QoS
Access Control Lists
Dell Ethernet Pass-Through Module
Supports 16 x 10/100/1000Mb copper RJ45 connections
Brocade® M4424 SAN I/O Module
Access Gateway Mode or FC Switch
Access Gateway Mode enables NPIV functionality on external ports.
12 or 24 port versions with 4 or 8 x FC 1/2/4Gb SFPs respectively
4Gb Fibre Channel Pass-Through Module
16 x FC 1/2/4Gb SFP ports
Management
System Management
Dell OpenManageTM System Management
Integration into 3rd party management solutions via Dell’s Preferred Partner Program
Remote Management
1 (standard) or optional 2nd (redundant) Chassis Management Controller(s) (CMC) which provide:
Single secure interface for inventory, configuration, monitoring, and alerting for the chassis and all components
Real Time Power/Thermal Monitoring and Management
Real Time System AC Power Consumption with reset-able peak and minimum values
System level power limiting and slot based power prioritisation
Manages Dynamic Power Engagement functionality
Manages fan speed control
Secure Web (SSL) and CLI (Telnet/SSH) interfaces
Supports multiple levels of user roles and permissions, including integration into Microsoft Active Directory Services
2 x 10/100/1000Mb Ethernet ports + 1 serial port
Provides single point of connection from management network to iDRAC on each of the blades and the management interfaces on the integrated I/O Modules
2nd Ethernet port supports daisy chaining of CMCs for improved cable management
Optional Integrated Avocent® keyboard, video and mouse (iKVM) switch
Enables USB and video port on front control panel
iKVM module has 2 x USB, video, and Analog Console Interface (ACI) ports
ARI port allows connectivity and seamless tiering via cat5 cables to Dell or Avocent KVM switches with Analog Rack Interface (ARI) ports.
Storage
External Storage Options:
Dell/EMC fibre channel and/or iSCSI external storage
PowerVault NX1950 Unified Storage Solution
PowerEdge M1000e memiliki enclosure dengan ukuran 10U dan mengsupport 16 server blade. PowerEdge M1000e dioptimalkan untuk server blade Dell PowerEdge M600 dan M605 serta mengsupport prossesor quad-core Intel Xeon dan quad-core AMD Opteron sebanyak 2 buah. 60% lebih padat daru server 1U standar, Blade PowerEdge M1000e jelas akan menghemat ruang dan efektifitas. Harga server ini berkisar 5,999 USD dengan harga blade dimulai dari 1,849USD.
Spesifikasi:
Chassis Enlosure
Form Factor: 10U modular enclosure holds up to sixteen half-height blade servers
440.5mm (17.34") H x 447.5mm (17.62")W x 753.6mm (29.67")D
Weight:
Empty Chassis only - 98lbs (44.5kg)
Chassis w/ all rear modules (IOMs, PSUs, CMCs, KVM) - 176lbs (79.8kg)
Max Fully loaded w/ blades and rear modules - 394lbs (178.7kg)
Power Supplies
3 (non-redundant) or 6 (redundant) 2360 watt hot plug power supplies
Redundant Power Supplies support 3+3 (AC redundancy), 3+1 (Power Supply Redundancy),or 3 + 0 (non-redundant) modes
System supports new Dynamic Power Supply Engagement functionality
Power Supplies Require 200+ volt AC input
Power Distribution options for the M1000e are 20A, 30A, 60A single phase, or 30A three phase options
Cooling Fans
M1000e Chassis comes standard with 9 hot pluggable, redundant fan modules
Input Device
Front Control Panel with interactive Graphical LCD
Supports initial configuration wizard
Local server blade, enclosure, and module information and troubleshooting
Two USB Keyboard/Mouse connections and one Video connection (requires the optional Avocent iKVM switch to enable these ports)
Enclosure I/O Modules
Up to six total I/O modules for three redundant fabrics, featuring Ethernet FlexIO Switches.
PowerConnectTM M6220 Ethernet Switch
Includes 4 x fixed copper 10/100/1000Mb Ethernet uplinks plus 2 of the following optional modules:
2 x 24Gb Stacking Ports
2 x 10Gb Optical (XFP-SR/LR) uplinks
2 x 10Gb copper CX4 uplinks
Standard Features include
Layer 3 routing (OSPF, RIP, VRRP)
IPv6 support
Layer 2/3 QoS
Access Control Lists
Dell Ethernet Pass-Through Module
Supports 16 x 10/100/1000Mb copper RJ45 connections
Brocade® M4424 SAN I/O Module
Access Gateway Mode or FC Switch
Access Gateway Mode enables NPIV functionality on external ports.
12 or 24 port versions with 4 or 8 x FC 1/2/4Gb SFPs respectively
4Gb Fibre Channel Pass-Through Module
16 x FC 1/2/4Gb SFP ports
Management
System Management
Dell OpenManageTM System Management
Integration into 3rd party management solutions via Dell’s Preferred Partner Program
Remote Management
1 (standard) or optional 2nd (redundant) Chassis Management Controller(s) (CMC) which provide:
Single secure interface for inventory, configuration, monitoring, and alerting for the chassis and all components
Real Time Power/Thermal Monitoring and Management
Real Time System AC Power Consumption with reset-able peak and minimum values
System level power limiting and slot based power prioritisation
Manages Dynamic Power Engagement functionality
Manages fan speed control
Secure Web (SSL) and CLI (Telnet/SSH) interfaces
Supports multiple levels of user roles and permissions, including integration into Microsoft Active Directory Services
2 x 10/100/1000Mb Ethernet ports + 1 serial port
Provides single point of connection from management network to iDRAC on each of the blades and the management interfaces on the integrated I/O Modules
2nd Ethernet port supports daisy chaining of CMCs for improved cable management
Optional Integrated Avocent® keyboard, video and mouse (iKVM) switch
Enables USB and video port on front control panel
iKVM module has 2 x USB, video, and Analog Console Interface (ACI) ports
ARI port allows connectivity and seamless tiering via cat5 cables to Dell or Avocent KVM switches with Analog Rack Interface (ARI) ports.
Storage
External Storage Options:
Dell/EMC fibre channel and/or iSCSI external storage
PowerVault NX1950 Unified Storage Solution
//
Label:
Info Teknologi
//
0
komentar
//
Konsep motor dengan nama “Tomahawk” yang artinya Kapak Indian telah dipamerkan oleh perusahaan Daimler Chrysler.
Motor dengan 500 tenaga kuda V-10 menggerakkan roda belakang yang ganda mampu memicu kendaraan radikal ini dengan kecepatan tertinggi sebanyak hampir 400 mil per jam.
Spek dari motor ini dapat dilihat dibawah.




GENERAL INFORMATION
Body Style: Single-seat Viper-powered motorcycle concept vehicle
DIMENSIONS:
Overall Length: 102 inches
Overall Width: 27.7 inches
Overall Height: 36.9 inches
Wheelbase: 76 inches
Seat Height: 29 inches
Curb Weight: 1,500 lbs.
Track, Front: 8.75 inches
Track, Rear: 10 inches
Weight Dist., % F/R 49/51
Ground Clearance: 3 inches
Fuel Tank Capacity: 3.25 gallons
ENGINE: 8.3-LITER, OHV, 20-VALVE SMPI V-10
Type and Description: 10-cylinder 90-degree V-type, liquid-cooled
Displacement: 505 cubic inches (8277 cc)
Construction: 356-T6 aluminum alloy block with cast-iron liners, aluminum alloy cylinder heads
Bore x Stroke: 4.03 inches x 3.96 inches (102.4 x 100.6)
Valve System: Two pushrod-actuated overhead valves per cylinder
with roller-type hydraulic lifters
Fuel Injection: Sequential, multi-port electronic with individual runners
Compression Ratio: 9.6:1
Power (SAE net): 500 bhp (372 kW) @ 5600 rpm (60.4 bhp/liter)
Torque (SAE net): 525 lb.-ft. (712 Nom) @ 4200 rpm
Max Engine Speed: 6000 rpm
Fuel Requirement: Unleaded premium, 93 octane (R+M/2)
Oil System: Dry Sump
Oil Capacity: 8 qts. Mobil1 10W30 Synthetic
Cooling System: Twin aluminum radiators mounted atop engine intake manifolds, force-fed from front-mounted, belt-driven turbine fan
Coolant Capacity: 11 qts.
Exhaust System: Equal-length tubular stainless steel headers with dual collectors and central rear outlets
ELECTRICAL SYSTEM:
Alternator: 136-amp high-speed
Battery: Leak-resistant, maintenance-free 600 CCA
Lighting: Headlights consist of 12 five-watt LEDs, front, with beam-modifying optics and masked lenses. Eight LEDs, rear. Headlamps articulate with wheels.
TRANSMISSION: Manual, foot-shifted two-speed
Type: Aluminum-cased two-speed, sequential racing-style with dog ring, straight-cut gears
Gear Ratios:
1st 18:38
2nd 23:25
Clutch: Double-disc, dry-plate with organic friction materials, hand lever actuated with assist
FINAL DRIVE: Dual 110-link motorcycle-style chains
Front Sprockets: 14 teeth
Rear Sprockets: 35 teeth
BODY/CHASSIS:
Layout: Longitudinal, centrally mounted engine, rear-wheel drive
Chassis Construction: Monocoque, engine is central, stressed member
Body Construction: Billet aluminum
SUSPENSION:
Front: Outboard, single-sided parallel upper and lower control arms made from polished billet aluminum. Mounted via ball joint to aluminum steering uprights and hubs. Five degrees caster. Single, fully adjustable centrally located coil-over damper (2.25-inch coil with adjustable spring perch); pullrod and rocker-actuated mono linkage. Center-lock racing-style hubs
Rear: Hand-fabricated box-section steel inboard swing arms, incorporating "hydral-link" lockable recirculating hydraulic circuit parking stand. Single fully adjustable centrally located Koni coil-over damper (2.25-inch coil with adjustable spring perch); pushrod and rocker-actuated mono linkage. Center-lock racing-style hubs
STEERING:
Type: Dual hub center type.
Steering Linkage: Rocker arm and push/pull rod with roller bearings. Polished billet aluminum steering yoke with turned aluminum grips and billet levers
Steering Lock: 20 degrees, left and right
Lean Angle: 45 degrees, left and right
TIRES (4):
Mfr. and Model: Dunlop custom-made symmetrical
Size, Front (2): P120/60R-20
Size, Rear (2): P150/50R-20
WHEELS (4):
Type and Material: Billet aluminum discs, asymmetrical
Size, Front (2): 20x4
Size, Rear (2): 20x5
BRAKES:
Front: 20-inch perimeter-mounted drilled machined stainless steel rotors, one per wheel. Two four-piston fixed aluminum calipers per wheel (16 pistons total), custom designed. Blue anodized caliper finish. Hand-activated.
Rear: 20-inch perimeter-mounted drilled cast-iron rotors, one per wheel. One four-piston fixed aluminum caliper per wheel (8 pistons total), custom designed. Blue anodized caliper finish. Foot-activated.
PERFORMANCE:
0-60 mph: 2.5 seconds (est.)
Top Speed: 300+ mph (est.)
Motor dengan 500 tenaga kuda V-10 menggerakkan roda belakang yang ganda mampu memicu kendaraan radikal ini dengan kecepatan tertinggi sebanyak hampir 400 mil per jam.
Spek dari motor ini dapat dilihat dibawah.




GENERAL INFORMATION
Body Style: Single-seat Viper-powered motorcycle concept vehicle
DIMENSIONS:
Overall Length: 102 inches
Overall Width: 27.7 inches
Overall Height: 36.9 inches
Wheelbase: 76 inches
Seat Height: 29 inches
Curb Weight: 1,500 lbs.
Track, Front: 8.75 inches
Track, Rear: 10 inches
Weight Dist., % F/R 49/51
Ground Clearance: 3 inches
Fuel Tank Capacity: 3.25 gallons
ENGINE: 8.3-LITER, OHV, 20-VALVE SMPI V-10
Type and Description: 10-cylinder 90-degree V-type, liquid-cooled
Displacement: 505 cubic inches (8277 cc)
Construction: 356-T6 aluminum alloy block with cast-iron liners, aluminum alloy cylinder heads
Bore x Stroke: 4.03 inches x 3.96 inches (102.4 x 100.6)
Valve System: Two pushrod-actuated overhead valves per cylinder
with roller-type hydraulic lifters
Fuel Injection: Sequential, multi-port electronic with individual runners
Compression Ratio: 9.6:1
Power (SAE net): 500 bhp (372 kW) @ 5600 rpm (60.4 bhp/liter)
Torque (SAE net): 525 lb.-ft. (712 Nom) @ 4200 rpm
Max Engine Speed: 6000 rpm
Fuel Requirement: Unleaded premium, 93 octane (R+M/2)
Oil System: Dry Sump
Oil Capacity: 8 qts. Mobil1 10W30 Synthetic
Cooling System: Twin aluminum radiators mounted atop engine intake manifolds, force-fed from front-mounted, belt-driven turbine fan
Coolant Capacity: 11 qts.
Exhaust System: Equal-length tubular stainless steel headers with dual collectors and central rear outlets
ELECTRICAL SYSTEM:
Alternator: 136-amp high-speed
Battery: Leak-resistant, maintenance-free 600 CCA
Lighting: Headlights consist of 12 five-watt LEDs, front, with beam-modifying optics and masked lenses. Eight LEDs, rear. Headlamps articulate with wheels.
TRANSMISSION: Manual, foot-shifted two-speed
Type: Aluminum-cased two-speed, sequential racing-style with dog ring, straight-cut gears
Gear Ratios:
1st 18:38
2nd 23:25
Clutch: Double-disc, dry-plate with organic friction materials, hand lever actuated with assist
FINAL DRIVE: Dual 110-link motorcycle-style chains
Front Sprockets: 14 teeth
Rear Sprockets: 35 teeth
BODY/CHASSIS:
Layout: Longitudinal, centrally mounted engine, rear-wheel drive
Chassis Construction: Monocoque, engine is central, stressed member
Body Construction: Billet aluminum
SUSPENSION:
Front: Outboard, single-sided parallel upper and lower control arms made from polished billet aluminum. Mounted via ball joint to aluminum steering uprights and hubs. Five degrees caster. Single, fully adjustable centrally located coil-over damper (2.25-inch coil with adjustable spring perch); pullrod and rocker-actuated mono linkage. Center-lock racing-style hubs
Rear: Hand-fabricated box-section steel inboard swing arms, incorporating "hydral-link" lockable recirculating hydraulic circuit parking stand. Single fully adjustable centrally located Koni coil-over damper (2.25-inch coil with adjustable spring perch); pushrod and rocker-actuated mono linkage. Center-lock racing-style hubs
STEERING:
Type: Dual hub center type.
Steering Linkage: Rocker arm and push/pull rod with roller bearings. Polished billet aluminum steering yoke with turned aluminum grips and billet levers
Steering Lock: 20 degrees, left and right
Lean Angle: 45 degrees, left and right
TIRES (4):
Mfr. and Model: Dunlop custom-made symmetrical
Size, Front (2): P120/60R-20
Size, Rear (2): P150/50R-20
WHEELS (4):
Type and Material: Billet aluminum discs, asymmetrical
Size, Front (2): 20x4
Size, Rear (2): 20x5
BRAKES:
Front: 20-inch perimeter-mounted drilled machined stainless steel rotors, one per wheel. Two four-piston fixed aluminum calipers per wheel (16 pistons total), custom designed. Blue anodized caliper finish. Hand-activated.
Rear: 20-inch perimeter-mounted drilled cast-iron rotors, one per wheel. One four-piston fixed aluminum caliper per wheel (8 pistons total), custom designed. Blue anodized caliper finish. Foot-activated.
PERFORMANCE:
0-60 mph: 2.5 seconds (est.)
Top Speed: 300+ mph (est.)
//
Label:
Info Teknologi
//
0
komentar
//
testing



