Pesawat Masa Depan

Dalam tahun-tahun terakhir ini, masalah pemanasan global yang menyebabkan rusaknya lingkungan ekosistem, telah menimbulkan kecemasan masyarakat Internasional. Demi memperbaiki kesalahan yang menyebabkan pemanasan global akibat karbondioksida, maka dibangun lebih banyak perkebunan kincir angin dan pembuatan hutan kembali. Selain itu, maskapai penerbangan juga berusaha mencari cara lain, yakni merancang pesawat yang lebih ramah lingkungan.



Berdasarkan laporan LiveScience.com baru-baru ini, bahwa menurut Etnel Straatsma dari Delft University of Technology, pesawat masa depan mungkin akan tampak seperti piring terbang, ia mengatakan: “saya ingin mengubah kesan orang-orang bahwa sayap pesawat itu berbentuk bundar.” Ia dan insinyur lainnya menggunakan bahan-bahan yang lebih ringan, dan diantaranya ada yang tengah mempertimbangkan merehabilitasi secara besar-besaran pesawat sipil dengan pesawat baling-baling yang tidak merusak lingkungan ekosistem.

Straatsma yang memimpin CleanEra project yang didirikan baru-baru ini menuturkan, diharapkan dapat merancang pesawat sipil yang dapat mengurangi 50% pengeluaran karbondioksida per mil per orang. Gambar disain greenliner dalam proyek terkait tampak seperti piring terbang, yang nantinya dapat mengurangi bahana dan polusi, sesuai dengan tuntutan komite penerbangan Eropa.

Mengubah bentuk
Menurut Alexander de Haan dari Delft University of Technology, ia adalah pemeriksa sejumlah besar disain yang dirombak. Dan menurutnya paling banyak dapat mengurangi 10%-15% pengeluaran karbida dan bahana. Ia menuturkan: “pemikiran-pemikiran ini tidak dapat mengikuti 5% pertumbuhan maskapai penerbangan setiap tahunnya.”

Meski jumlah pembuangan karbondioksida maskapai penerbangan hanya sekitar 2% porsi dunia, namun yang dikhawatirkan adalah kecepatan pertumbuhannya. Menurut laporan tim ahli perubahan iklim, sampai pada 2050 mendatang, dampak lalu lintas udara terhadap pemanasan secara keseluruhan akan meningkat atau melampaui 5%.

Meski berbagai data penilaian berbeda, terbang di atas pesawat, setiap orang per mil-nya mengeluarkan kurang lebih 1 pon karbondioksida. Andreas Harderman dari lembaga transportasi penerbangan Internasional mengatakan, dengan terus dilakukannya perakitan pesawat yang diperbarui, dapat mengurangi 2%-2.5% jumlah pembuangan gas setiap penumpang per tahun.

Baling-baling purba
Yang dimaksud dengan perubahan total, mungkin akan memperkenalkan bahan-bahan yang baru dan mengubah penampilan pesawat, atau menggunakan kembali sistem pendorong model lama, pemakaian bahan bakar baling-baling jauh lebih irit dibanding mesin penyembur, namun terbangnya akan menjadi lambat. Maka diciptakan baling-baling yang baru berkecepatan mencapai 0.8 macht, atau sekitar 530 mil per jam, memasang 2 baling-baling daun yang berputar berlawanan mungkin dapat mengatasi suara yang keras.

Baru-baru ini, perusahaan Boeing memperkenalkan pesawat sipil Dreamliner 787 yang revolusioner, separoh dari pesawat tersebut berbobot plastik. Maskapai penerbangan murah easyJet Inggris, memperlihatkan gambar rancangan pesawat angkut jarak pendeknya, yang akan selesai dibuat pada 2015 mendatang, dapat mengurangi 50% pembuangan karbondioksida.

Pesawat Ekip
Menurut laporan Wired News, bahwa Saratov Aviation Plant Rusia telah merampungkan suatu aircraft bernama EKIP yang dirancang pada 1992 silam. Namun pengembangan lebih lanjut terhenti karena kurangnya dana. Ditilik dari bentuk luarnya, aircraft ini persis seperti pita, hanya saja memilki sebuah sayap yang pendek, tapi juga mirip dengan kumbang yang besar. Jika dilihat dari samping mirip seperti buncis, bahkan bentuknya persis seperti sebutir tablet obat.



Pesawat ini tidak memerlukan lapangan udara, dapat bersandar di atas tanah atau permukaan air, dapat turun naik di landaian yang terjal, bahananya kecil, dan tidak akan mempengaruhi ketenangan di kawasan sekitar.

Menurut informasi, bahwa biaya untuk memproduksi sebuah aircraft EKIP kurang lebih setara dengan membuat sebuah pesawat konvensional, yaitu berkisar antara 10-40 dolar AS. Aircraft ini akan melakukan uji coba terbang di pangkalan udara Maryland, Amerika Serikat 2007 ini, dan 5 tahun kemudian akan mulai diproduksi.


0 komentar to "Pesawat Masa Depan"

Digital Library State University of Malang

Digital Library State University of Malang

Follow by Email

Followers

Other WidGet