Sejarah Kemeja Kotak-Kotak

Banyak orang beranggapan bahwa kemeja kotak (plaid shirt) sama dengan kemeja flanel (flannel shirt). Padahal flanel dan kotak (plaid) merupakan dua hal yang berbeda. Flanel merupakan salah satu jenis bahan (fabric). Sedangkan kotak (atau plaid) adalah motif atau corak (pattern).

Kotak-kotak atau plaid awalnya diidentifikasikan sebagai pemberontakan dan kebebasan. Hal ini tidak terlepas dari sejarah motif kotak-kotak itu sendiri.
Motif kotak-kotak (plaid) pada awalnya di kenal dengan nama Tartan yang dijumpai pada kilt yang dipakai oleh orang-orang Skotlandia. Kilt adalah pakaian selutut, merupakan pakaian tradisional penduduk dataran tinggi Skotlandia pada abad ke-16. Pada saat itu kilt dibuat menggunakan bahan dasar wol. Sejak abad ke-19, kilt mulai dipakai oleh penduduk Skotlandia secara umum. Dan kemudian suku Celtic (atau Gaelic secara spesifik), membawa kilt ini lebih luas lagi, sehingga menjadi warisan budaya mereka. Pada saat itu sudah menjadi hal yang umum untuk pakaian dengan bahan wol menggunakan corak tartan.
Istilah Tartan ditemukan dalam sejarah pada tahun 1538, ketika King James V membelikan istrinya sebanyak tiga ells (ells merupakan satuan panjang yang dipakai pada saat itu) kain Heland Tartan. Kemudian di tahun 1587, Hector Maclean (salah satu pewaris keluarga Duart) dibayar dengan enam puluh ells kain berwarna putih, hitam dan hijau. Warna-warna tersebut menjadi warna tradisi Maclean pada saat berburu.
Seorang saksi mata dari Pertempuran Killecrankie tahun 1689 menggambarkan McDonnells sebagai kesatria yang mengenakan pakaian motif tiga garis. Akan tetapi bukti positif pertama dari keberadaan dari apa yang sekarang kita sebut 'Tartan', ditemukan pada sebuah ukiran kayu Jerman, di sekitar tahun 1631 yang diduga menggambarkan tentara bayaran Highland bersama tentara Gustavus Adolphus. Dengan jelas digambarkan merekan mengenakan kilt bermotif tartan.

Setelah Pertempuran Culloden berakhir pada tahun 1746, motif kotak-kotak (plaid) ini dilarang (banned) selama 4 dekade oleh pemerintah Inggris karena di cap sebagai seragam para pemberontak Skotlandia.
Tahun 1850, Woolrich, sebuah perusahaan dari Pennsylvania, meluncurkan kemeja Buffalo Check dengan motif kotak-kotak dengan dua warna. Kemeja ini masih dijual sampai sekarang.
Tahun 1914, William Laughead, seorang copywriter, memperkenalkan sosok penebang kayu yang menjadi pahlawan rakyat yaitu Paul Bunyan dalam serangkaian pamflet untuk Red River Lumber Company. Legenda Bunyan telah diabadikan dalam kartun, patung, dan taman bermain.
Tahun 1939, Red Flannel Day dimulai di Cedar Springs, Michigan, setelah kota itu menjadi terkenal karena memproduksi sweater flanel berwarna merah. Kota ini masih menyelenggarakan festival besar Red Flannel pada weekend terakhir bulan September sampai dengan weekend pertama di bulan Oktober.
Pada tahun 1963, The Beach Boys membuat kemeja flanel kotak-kotak Pendleton menjadi terkenal setelah memakainya di cover album "Surfer Girl."
Awal tahun 1970-an, John Fogerty ujung tombak dari rock band Creedence Clearwater Revival mempopulerkan kemeja flanel kotak-kotak. Dan kemudian menjadi ciri khas Fogerty sampai saat ini.
Pada tahun 1974, perusahaan Georgia-Pacific dari Atlanta, Amerika Serikat meluncurkan produk kertas tissue (paper towels) dengan merk Brawny. Mereka memakai gambar seorang pria berkumis yang mengenakan kemeja kotak sebagai ikon dari Brawny, yang kemudian popular dengan sebutan The Brawny Man. Pada tahun 2002, Georgia-Pacific memutuskan untuk mengganti ikon Brawny dengan wajah yang lebih fresh. Akan tetapi kemeja kotak tetap melekat pada ikon baru ini.
Tahun 1978, dalam usahanya menjadi kantor gubernur Tennessee, senator Lamar Alexander berjalan sepanjang 1.000 mil di seluruh negara bagian Amerika Serikat dengan memakai kemeja flanel kotak-kotak merah dan hitam. Lamar berhasil menjadi gubernur selama 8 tahun. Kemeja flanel merah hitam menjadi trademark Lamar Alexander pada saat itu.
Tahun 1979, film "The Dukes of Hazzard" pertama kali ditayangkan di CBS. Setelah film itu diputar, para pria mulai meminjamkan kemeja kotak-kotak mereka untuk dipakai para istri dan kekasihnya.
Tahun 1990, perlombaan lari Red Flannel Run mulai diselenggarakan Des Moines, Iowa. Sampai saat ini, lebih dari 1.600 pelari yang berpakaian kotak-kotak mengikuti perlombaan ini setiap awal tahun.
Tahun 1990-an, kemeja kotak-kotak flanel kembali berkibar seiring dengan bersinarnya musik grunge yang diusung oleh band asal Seattle, Nirvana. Selain itu para musisi rock papan atas, seperti Axl Rose (Guns N Roses) dan Pearl Jam kerap kali mengenakan kemeja flanel kotak-kotak di konser musik mereka.
sumber: kaskus


0 komentar to "Sejarah Kemeja Kotak-Kotak"

testing

Followers

Follow by Email

Other WidGet